MENJELANG CAP GO MEH DI BULAN SUCI RAMADHAN 1447 H, PANGLIMA BESAR LASKAR PEMUDA MELAYU KALBAR ADHI BLACK SERUKAN KALIMANTAN BARAT TETAP AMAN, DAMAI, DAN MENJUNJUNG TINGGI TOLERANSI
PERSISINews.Com —Pontianak 25 Februari 2026 Kalimantan Barat Menjelang perayaan Cap Go Meh yang menjadi agenda budaya tahunan dan ikon pariwisata di Singkawang serta Pontianak, Panglima Besar Laskar Pemuda Melayu Provinsi Kalimantan Barat, Adhi Black (Hadi Firmansyah), menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif, harmonis, dan bermartabat.
Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga simbol kekayaan tradisi dan identitas multikultural Kalimantan Barat. Singkawang dikenal luas sebagai salah satu pusat perayaan Cap Go Meh terbesar di Indonesia, yang setiap tahunnya menarik perhatian wisatawan domestik hingga mancanegara. Tahun ini, perayaan tersebut bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan 1447 H—bulan penuh rahmat dan pengendalian diri bagi umat Islam.
Menurut Adhi Black, momentum ini harus dipandang sebagai ujian kedewasaan sosial sekaligus kesempatan emas untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Kalimantan Barat adalah miniatur Indonesia yang rukun dalam keberagaman.
“Kita hidup di tanah yang sama, menghirup udara yang sama, dan membangun masa depan yang sama. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan fondasi untuk saling menghargai. Inilah jati diri Kalimantan Barat,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Melayu, Tionghoa, Dayak, Madura, dan seluruh komponen masyarakat memiliki tanggung jawab kolektif dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya di Pontianak dan Singkawang sebagai pusat interaksi budaya dan sorotan publik internasional.
Dalam perspektif keagamaan, Adhi Black mengingatkan bahwa Islam mengajarkan sikap toleransi dan penghormatan terhadap pemeluk agama lain. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 menegaskan pentingnya saling mengenal antarbangsa dan bersuku-suku. Demikian pula dalam Surah Al-Kafirun ditegaskan prinsip penghormatan keyakinan: “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus diwujudkan dalam tindakan nyata—umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk, sementara saudara-saudara yang merayakan Cap Go Meh dapat melaksanakan tradisinya dengan tertib dan penuh rasa saling menghormati.
Lebih lanjut, ia mengajak aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat sinergi serta menutup ruang bagi provokasi dan isu-isu yang berpotensi memecah belah.
“Jangan beri ruang bagi pihak-pihak yang ingin merusak persaudaraan kita. Tunjukkan kepada tamu mancanegara bahwa Kalimantan Barat adalah daerah yang matang secara sosial, kuat dalam persatuan, dan dewasa dalam demokrasi,” ujarnya.
Di tengah sorotan nasional dan internasional, Cap Go Meh yang bertepatan dengan Ramadhan justru harus menjadi panggung keteladanan—bahwa toleransi bukan sekadar retorika, melainkan komitmen moral dan budaya yang hidup dalam keseharian masyarakat Kalimantan Barat.
Dengan semangat persaudaraan, penghormatan, dan tanggung jawab bersama, Adhi Black berharap seluruh rangkaian perayaan berlangsung aman dan tertib, sementara umat Muslim dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang dan penuh kekhusyukan.
Tim: Investigasi
Narasumber: Humas DPP LPM






